Unboxing Samsung Galaxy S10+ Prism Green – Indonesia

Di video berikut ini kita akan unboxing Samsung Galaxy S10 Plus yang baru saja launching di kuartal pertama awal tahun 2019.  Ok, langsung saja cek video unboxingnya di bawah:

Pertama, ketika kita buka kotak Samsung Galaxy S10+ kita dapat serial number. Kemudian, di bagian atas kotak kita dapat sim tray ejector dan di dalam kotak ini kita mendapat sebuah casing transparan. Casingnya itu hardcase dan bukan jenis casing jelly case yang lembek. Kemudian, kita juga mendapatkan manual book, cara transfer konten dari handphone lama dan juga ada quick start guide serta cara transfer konten ke handphone dalam Bahasa Indonesia serta satu lagi ada panduan singkat dalam bahasa indonesia.

Di bagian depan handphone Samsung Galaxy S10+, kita mendapatkan dua buah kamera depan. Di bagian belakang ada tiga kamera, satu flashlight dan juga sensor untuk cek tekanan darah. Desain bagian belakangnya lengkung sama seperti hp-hp flagship Samsung tahun-tahun sebelumnya. Di bagian atas ada handphone ada sim tray. Sim tray nya ini hanya mendukung satu kartu dan satu slot hybrid. Hanya bisa memakai salah satu kartu atau memory.

Baca:   Unboxing Lensa Canon F/1.8 50mm STM - Contoh Video dan Perbedaan Dengan Youngnou F/1.8 50mm

Di sebelah kanan ada tombol power dan di depan tentu saja ada dua kamera depan. Di sebelah kirinya ada tombol volume dan tombol Bixby. Untuk kecepatan booting awal Samsung Galaxy S10+ bisa dicek di video di atas.

Di dalam kotak kita mendapatkan adapter adaptive fast charging. Kemudian, kita juga dapat seperti biasa ada adapter USB Type-C ke adapter USB biasa. Kemudian ada kabel USB type-C dan juga earphone dari AKG. Untuk di bagian talinya ini dilapisi dengan bahan dari kain. Selanjutnya kita juga mendapat eartips pengganti untuk earphone ini untuk ukuran-ukuran eartips yang lebih kecil atau yang lebih besar.

Untuk tampilan one UI ikonnya sudah nampak besar-besar untuk memudahkan ketika menggunakan handphone dengan satu tangan. Untuk sistem operasi sudah menggunakan yang terbaru, Android Pie 9.0. Kalau kalian belum terlalu terbiasa dengan fingerprint ultrasonic ini di awal-awal memang terasa agak susah. Akan tetapi akan lebih mudah ketika menggunakan fingerprint sensor ini setelah beberapa hari penggunaan.

Ketika kalian baru saja menggunakannya selama beberapa saat, ini akan terasa sedikit sulit untuk mengetahui posisi fingerprint ini karena kalau layar tidak hidup kalian tidak tahu secara pasti posisi fingerprintnya itu berada di bagian mana. Yang jelas karena sudah menggunakan ultrasonic sudah pasti ini lebih aman dari yang hanya menggunakan optical sensor saja seperti di HP-HP lainnya.

untuk fluiditas ketika kalian memakai handphone ini dalam berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain cukup smooth dan responnya juga sudah cukup cepat untuk kesan pertama kecepatannya cukup impressive. Responnya juga sangat cepat kita akan coba kecepatan fingerprint dari handphone ini. Kecepatannya sudah cukup cepat dan kalau kalian sudah terbiasa dengan in-display fingerprint dan posisinya sudah hafal akan terasa lebih cepat.

error: Content is protected !!